CONTOH DESKRIPSI CUTTING PADA PEMBORAN BATUBARA

Foto: dok.pribadi

Cutting merupakan hasil dari pemboran yang di lakukan dengan metode open hole.

Sample cutting ini dapat menunjjukkan jenis lithologi setiap kedalaman pemboran yang di lakukan.

Tujuan di lakukannya pemboran open hole:

  • Untuk mengetahui lithologi batuan 
  • Untuk mengetahui urutan lapisan batuan
  • Untuk mengetahui jumlah seam batubara
  • Sebagai acuan untuk melakukan pemboran coring
  • Sebagai acuan untuk melakukan pemboran selanjutnya
  • Sebagai perbandingan data logging
  • Sebagai lubang untuk melakukan perekaman elektrical logging.

Mengingat begitu pentingnya pemboran ini maka dalam pengambilan data harus diperhatikan sehingga dapat di jadikan patokan untuk tindakan penyelidikan selanjutnya.

Hal hal yang perlu di persiapkan dan di perhatikan sebelum melakukan deskripsi cutting adalah; 

  • Mempersiapkan plastick cutting sebagai wadah
  • Tulislah interval setiap kedalaman 1 meter kemajuan di plastik cutting. Contoh: jika kedalaman suatu lubang bor 100 meter maka interval kedalaman tiap meter di tuliskan pada masing masing plastick cutting yang berjumlah 100 pcs.
  • Mengambil cutting dan menempatkannya pada plastick setiap kemajuan 1 meter.
  • Mempersiapkan dan menuliskan papan nama untuk cutting.
  • Mengambil dokumentasi sebagai bukti hasil pemboran.


Selanjutnya setelah memastikan semua telah di lakukan dan cutting sudah terkumpul maka akan dilakukan deskripsi cutting setiap lithologi.

Masing masing cutting di susun mengikuti kedalaman dan di deskripsi setiap ada perubahan lithologi.

Berikut contoh hasil deskripsi cutting berdasarkan pada gambar  hasil pemboran open hole.


Pada gambar di atas dapat di deskripsikan seperti berikut:


  • Kedalaman 0.00 - 3.00 soil, light, yellow, clayed, soft, high weathered.
  • Kedalaman 3.00 - 8.00 Mudstone, medium dark, grey, clayed, moderately hard, fresh.
  • Kedalaman 8.00 - 10.00 Sandstone, medium dark, grey, sandy, very fine graind size, medium hard, fresh.

Untuk deskripsi cutting interval kedalaman akan menjadi hal yang tidak akurat ketika penetrasi pemboran semakin dalam.

Hal ini disebabkan karena kepingan batuan yang digerus oleh mata bor membutuhkan waktu untuk naik ke permukaan melalui media air yang di semprotkan.

Kecepatan cutting pada saat naik di pengaruhi oleh tekanan pompa air dan juga kedalaman lubang bor.

Semakin dalam lubar bor dan semakin lemah tekanan pompa air maka cutting akan semakin lambat naiknya.

Maka pada pemboran open hole ini sangat diperlukan untuk melakukan perekaman elektrical logging sehingga data kedalaman yang di dapatkan menjadi akurat.


Share On:

Comments

  1. Wah gils sekali. Anak tambang ternyata. Ini saya mas yang dari gariswarnafoto

    ReplyDelete
  2. gak paham beginian saya. tapi lumayanlah bisa menambah insight saya biar gak awam awam banget terkait pemboran batu bara.

    etapi btw, ini si mas nya kerja di batubara kah? kok paham ginian

    ReplyDelete
  3. Kurang terlalu paham masalah pengeboran kang, tapi baru tahu kalo tiap meter tanah juga sudah beda beda warnanya ya. Gimana yang ngebor sampai 1000 meter, tanahnya makin keras kali ya?

    ReplyDelete
  4. Tergantung kandungannya kang
    Hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sembuh dari tumor dengan daun sirsak

Gunakan ramuan ini obat sakit gigi paling ampuh

3 cara paling jitu menggapai impian terbesar

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB WELLSITE GEOLOGIST PADA PEMBORAN BATUBARA

Apakah yang paling indah di dunia ini ?

APA ITU WELLSITE GEOLOGIST PADA PEMBORAN BATUBARA ?

Bagaimana cara daftar prakerja

Tips menunggu istri melahirkan di rumah sakit agar tidak panik

Siapa kita diantara milyaran manusia di dunia ?