TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB WELLSITE GEOLOGIST PADA PEMBORAN BATUBARA

Foto by firdaus

Pada artikel sebelumnya kita sudah mengetahui Apa itu wellsite geologist pada pemboran batubara.

Lalu apa sih tugas dan tanggung jawab wellsite geologist ?

Setiap perusahaan pada umumnya sudah mempunyai SOP (standart operasianal prosedur) mengenai tugas dan tanggung jawab karyawannya masing -masing.

Tentunya setiap perusahaan memiliki SOP yang berbeda-beda tergantung kondisi lingkup pekerjaan.

Namun kita akan mengambil secara umumnya saja.

Langsung saja ya.

1. Mengawasi jalannya proses pemboran

Apa jadinya jika suatu pekerjaan tanpa ada yang memberi komando ?

Pasti bingung lah.

Begitu juga dengan wellsite geologist sebelum dilakukan proses pemboran oleh operator bor dan crew bor maka wellsite geologist harus berada untuk memberikan instruksi akan dimulainya pemboran.

Bagaimana jika wellsite geologist tidak atau belum berada di lokasi pemboran ?

Maka operator bor wajib menunggu sampai wellsite datang dan tidak boleh memulai aktivitas pemboran.

2. Menentukan lokasi titik pemboran.




Dalam hal ini operator bor wajib melaksanakan keputusan seorang wellsite geologist.

Penentuan titik pemboran berdasarkan pada pertimbangan dari berbagai hal meliputi;

Keselamatan kerja.
Apakah di lokasi tersebut merupakan daerah yang aman dari longsor, banjir dan jauh dari pohon kayu yang akan tumbang.

Koordinat titik pemboran.
Setiap wellsite wajib membawa GPS untuk menentukan koordinat titik pemboran.

Estimasi kedalaman pemboran.
Sebelum melakukan pemboran wellsite harus mengetahui estimasi kedalaman pemboran.

3. Melakukan deskripsi data cutting




Cutting atau chips di hasilkan dari proses pemboran open hole yang mana pada pemboran ini akan keluar lumpur dan pecahan batuan yang terbawa bersama media air.

Kepingan batuan ini di sebut cutting yang keluar ke permukaan karena adanya tekanan pada pompa air.

Adapun deskripsi cutting meliputi;
Nama batuan (rock type)
Warna (colour)
Kilap (luster)
Gores (sreak)
Pecahan (fracture)
Kekerasan (hardness)
Tingkat pelapukan (weathering)

Baca disini: # Contoh deskripsi cutting

4. Melakukan deskripsi hasil coring.

Pemboran inti atau coring menghasilkan core yang dapat dideskripsikan oleh wellsite geologist yaitu meliputi;
Nama batuan
Mineral penyerta
Warna
Warna penyerta
Kilap
Gores
Pecahan
Kekerasan
Tingkat pelapukan
Ukuran butir
Mengukur mechanical state
Mengukur core recovery
Mengukur rqd core
Mengukur dip core
Dll

5. Melakukan sampling pada batubara.

Pemboran coring yang dilakukan akan mendapatkan Core batubara.

Metode pembagian sample ditentukan oleh kondisi geologi suatu daerah sehingga pembagian ply by ply akan berbeda-beda juga.

Sebagai sample yang akan di ambil ada beberapa aturan dalam melakukan penyamplingan yaitu;
Tentukan roof dan floor batubara
Ukur ketebalan batubara
Lakukan pembagian ply by ply sesuai            ketentuan sample
Tentukan parting dan spliting
Berikan identitas pada sample: nama            sample, lokasi pemboran, interval                  sample dan beri tanda remark.

6. Melakukan pengawasan pada elektrical logging.

Untuk memperoleh data dari hasil pemboran yang akurat maka di butuhkan perekaman data yaitu elektrical logging.

Perekaman data dilakukan dengan memasukkan probe kedalam lubang bor yang terhubung langsung dengan laptop.

Tujuan dilakukan perekaman ini adalah sebagai data pembanding dengan data wellsite.
Sehingga dapat di peroleh data yang benar-benar akurat.

Parameter yang digunakan dalam perekaman data elektrical logging yaitu :

Gamma ray
Berfungsi untuk menentukan lithologi batuan berdasarkan pada unsur radioaktifnya.

Density
Berfungsi untuk menentukan lithologi batuan berdasarkan massa jenis dan kerapatan elektron pada batuan

Resistivity
Berfungsi untuk mengukur porositas dan tahanan jenis pada batuan.

Caliper
Berfungsi untuk mengukur kekompakan pada batuan.

7. Membuat laporan hasil pemboran.

Laporan ini dibuat setelah selesai dilakukan pemboran.
Juga merupakan gabungan dari laporan harian yang telah dilakukan.

Hal hal yang harus di catat saat membuat laporan adalah:
Hari dan tanggal mulai dan selesai                  pemboran
Lokasi dan nama titik pemboran
Total kedalaman pemboran
Interval seam batubara
Total open hole
Total coring
Total coal recovery
Total pemakaian bbm
Total pemakaian polimer


Demikian semoga bermanfaat.



Share On:

Comments

  1. tanggung jawabnya gede banget ya
    apalagi yang mencari titik itu
    kalau salah bisa keluar lumpur jadi inget lapindo

    ReplyDelete
  2. Iya
    Sebenarnya kalau hobby bukan tanggung jawab tapi tantangan hehe

    ReplyDelete
  3. Kerjaan ini beratt :( gak semua orang sanggup jalaninnya.
    Dahlah saya jadi guru TK aja..

    Mas firdaus semangat yaa :)

    ReplyDelete
  4. Iya
    Terimah kasih semangatnya

    ReplyDelete
  5. Tanggung jawab yang menantang ya, Mas. Mantap...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sembuh dari tumor dengan daun sirsak

Gunakan ramuan ini obat sakit gigi paling ampuh

3 cara paling jitu menggapai impian terbesar

Apakah yang paling indah di dunia ini ?

APA ITU WELLSITE GEOLOGIST PADA PEMBORAN BATUBARA ?

Bagaimana cara daftar prakerja

Tips menunggu istri melahirkan di rumah sakit agar tidak panik

CONTOH DESKRIPSI CUTTING PADA PEMBORAN BATUBARA