DESKRIPSI CORE HASIL PEMBORAN




Sebelumnya kita sudah belajar bagaimana deskripsi hasil cutting berikut ini kita akan belajar bagaimana cara deskripsi core pada hasil pemboran.

Pemboran coring adalah suatu metode pemboran untuk menghasilkan core atau inti dengan tujuan mengambil sample batuan.

Apa sih core itu ?

Core adalah hasil dari pemboran coring yang di ambil dari kedalaman tertentu dengan maksud untuk melakukan sampling.

Sebelum melakukan deskripsi core batuan perlu di ketahui bahwa parameter deskripsi core batubara dan non batubara berbeda tentunya.

Parameter yang di ukur saat deskripsi non batubara adalah:
1. Warna
2. Warna penyerta
3. Ukuran butir
4. Kekuatan 
5. Tingkat pelapukan
6. Struktur sediment
7. Kemiringan lapisan batuan
8. Kondisi core
9. Mineral penyusun
10. Sifat batuan

Contoh 




Baca juga:




Sedangkan pada core batubara parameter yang di ukur pada umumnya adalah:

1. Warna (colour)

Warna atau colour pada batubara adalah warna fisik core batubara saat akan di deskripsi. Contohnya black(hitam), black brownish(hitam kecoklatan), brow(coklat), dark brown(coklat gelap), light brown(coklat terang).

2. Kilap (luster)



Contoh deskripsi untuk kilap batubara adalah bright coal (batubara terang), dull coal (batubara kusam), coal medium bright (batubara agak terang).

3. Warna gores (streak)

Warna gores pada batubara adalah warna yang terlihat saat core batubara di gores menggunakan cutter atau pisau lipat. Contohnya seperti brown(coklat), black(hitam), blackish brown(coklat kehitaman), brownish black (hitam kecoklatan).

4. Pecahan (fracture)

Pecahan pada batubara bervariasi mengikuti bentuk dari sifat memecahnya. Pemberian deskripsi pecahan pada batubara seperti conchoidal (bulat menyerupai cangkang atau pecahan kaca), sub conchoidal (bulat tidak rata menyerupai conchoidal), blocky (berbentuk kubus), even (berbentuk rata), uneven (tidak rata), sheet (berbentuk lembaran).

5. Kekerasan (hardness)

Kekerasan pada batubara juga merupakan hal yang sangat penting saat dilakukan pendeskripsian. Cara mengukur kekerasan pada sample core batubara yaitu dengan menggunakan remasan tangan, kuku jari, pisau lipat dan palu geologi. Contohnya mulai dari very soft (sangat lunak, dapat di remas dengan kepalan tangan dan mudah terurai dengan air), soft (lunak, dapat di pecah dengan menggunakan kuku jari dan dapat terpotong dengan pisau lipat), moderately soft (agak lunak, sulit di pecahkan dengan kuku jari dan dapat di potong dengan pisau), moderately hard (agak keras, tidak dapat di pecahkan dengan pisau), hard (keras, dapat di pecahkan dengan menggunakan palu geologi dengan sekali pukulan) dan very hard (sangat keras, dapat dipecahkan dengan palu geologi dengan beberapa kali pukulan).

6. Kandungan mineral lain (parting)

Kandungan mineral lain maksudnya adalah mineral selain batubara atau pengotor sering sekali di sebut parting jika kurang dari 0.10 meter dan splitting jika lebih dari 0.10 meter. Tentu saja harus di berikan perhatian dan pengamatan terhadap mineral-mineral pengotor ini karena akan berpengaruh pada kalori batubara pada saat di lakukan pengambilan sample dan pengujian di labolatorium nantinya. 
Contoh parting yang sering terdapat pada batubara pada umumnya sandstone (batupasir), claystone (batu lempung), quartz (kuarsa), pyrite (pirite), resin (resin, damar) shale, shally coal, coaly shale dan lain-lain.

7. Kondisi core (mechanikal state)

Mechanikal state sebenarnya terjadi dari berbagai penyebab mekanikal karena proses pemboran itu sendiri seperti operator pemboran yang tidak pengalaman, peralatan pemboran yang tidak baik, kondisi lubang pemboran yang tidak baik. Sehingga menyebabkan kondisi core yang di hasilkan mengalami perubahan.
Adapun contoh deskripsinya adalah very broken core ( core sangat hancur), broken core (core hancur), solid core ( core solid/utuh).