Cara mengukur core recovery pada pemboran batubara

Bagi anda yang sudah terjun di dunia eksplorasi khususnya pemboran pasti tidak asing dengan core recovery. Bagi anda yang masih awam atau ingin belajar mengenai pemboran batubara khususnya core recovery silahkan disimak. Sebaiknya pelajari dulu tentang Cara deakripsi core pada pemboran batubara  karena memiliki hubungan yang saling berkaitan.


Apa itu core recovery ?


Core recovery adalah perbandingan antara hasil core yang di dapatkan dari setiap kali run dibagi dengan kemajuan run yang di lakukan oleh operator pemboran di bagi seratus persen.


Dari pengertian di atas apa itu run ?

Run dalam proses pemboran coring adalah setiap sekali core barrel masuk ke dalam lubang bor untuk mengambil sample core.

Sedangkan core barrel adalah alat khusus untuk mengambil core yang memiliki tabung sebagai tempat masuknya core nantinya dan dilengkapi dengan mata bor.

Untuk mengetahui berapa panjang run yang di lakukan oleh operator bor anda cukup menanyakan setiap barrel naik ke permukaan.

Contoh:

Pada suatu titik bor operator bor melakukan pengambilan core sebanyak tiga kali run dimulai dari kedalaman 10 meter sampai 14.50 meter. Yang di jelaskan seperti berikut;

Run 1: kedalaman 10.00 sampai 11.50 (1.50)

Run 2: kedalaman 11.50 sampai 13.00 (1.50)

Run 3: kedalaman 13.00 sampai 14.50 (1.50)

Nah pada saat core barrel di angkat ke atas dan di lakukan pengukuran panjang core masing-masing;

Run 1: panjang 1.40 meter

Run 2: panjang 1.50 meter

Run 3: panjang 1.45 meter

Bagaimana cara penghitungan core recovery pada contoh di atas ?

Seperti kita ketahui rumus core recovery adalah panjang core yang di dapatkan dibagi panjang kemajuan run yang di lakukan dibagi seratus persen.

Core recovery run 1: 1.40 meter ÷1.50 meter x 100% = 93.33%

Core recovery run 2: 1.50 meter ÷ 1.50 meter × 100% = 100%

Core recovery run 3: 1.45 meter ÷ 1.50 meter × 100% = 96.66%

Contoh core recovery 93 persen
Contoh core recovery 93.33 persen





hidupuntukberkata.my.id
Contoh core recovery 100 persen





Perlu di ketahui bahwa core recovery pada pemboran coring adalah minimal harus di atas 90%. Jika tidak mencapai 100 persen, artinya terjadi core lose.

Bagaimana jika ada yang dibawah 90 persen ?

Maka pemboran tersebut tidak memberikan data yang valid sehingga harus dilakukan elektrikal logging supaya dapat memberikan data yang lengkap dan dapat diketahui jenis batuan yang lose tersebut.

Mengapa bisa terjadi core lose ?

Berikut ini penyebab terjadinya core lose pada proses pemboran coring.

Jenis batuan

Pada batuan yang memiliki porositas baik seperti batuan pasir atau sandstone sangat mungkin mengalami core lose. Sandstone memiliki ukuran butir yang dapat lepas jika mengenai tekanan air pada saat dilakukan coring. Bahkan sangat mencurigakan jika sandstone memiliki core recovery 100 persen. Berbeda dengan batuan claystone atau lempung yang memiliki porositas buruk dan tidak memiliki ukuran butir sehingga mudah untuk di tangkap oleh core barrel.


Jenis rig

Rig kecil seperti jacro 175 sebenarnya tidak di sarankan melakukan pemboran coring. Karena rig jenis ini melakukan proses coring secara manual yaitu pengambilan core dengan cara mengangkat seluruh pipa yang sudah masuk satu per satu. Bayangkan jika kedalaman coring yang dilakukan 80 meter dengan panjang setiap pipa hanya 4 meter sehingga membutuhkan waktu yang lama core bisa sampai ke permukaan. Pada saat proses pengangkatan core yang lama tersebut sangat memungkinkan core terjatuh kembali di dalam lubang bor.

Berbeda dengan rig besar seperti jacro 200, jacro 300, dan jacro 500. Rig jenis ini memiliki core barrel yang di lengkapi dengan inner tube. Proses pengangkatan core tidak membutuhkan waktu yang lama karena inner tube tersebut dapat di angkat menggunakan tali dari kawat. Tali tersebut dapat di masukkan kedalam pipa bor dan dapat menarik inner yang ada di dalam core barrel.


Kesalahan operator bor

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh operator bor pada saat pengambilan sample adalah tidak dapat menyesuaikan tekan air dengan putaran pipa.

Tekanan air dan putaran pipa harus sesuai dengan kekerasan batuan dan kedalaman.


Batuan yang memiliki kekerasan very hard tentu harus berbeda putaran pipanya dengan batuan yang lunak. Begitu juga dengan kedalaman 100 meter harus berbeda tekanan airnya dengan yang masih dangkal.


Jika tidak sesuai maka core lose sangat mungkin terjadi.


Core split

Apa itu core split ?

Sederhananya begini, core split itu sebuah alat seperti cicin yang berada di bagian dalam core bit. Fungsinya sebagai penjepit sekaligus sebagai pemotong core saat akan di angkat.

Kenapa bisa menyebabkan core lose ?

Kalau core split rusak atau aus maka daya untuk menjepit core sudah lemah sehingga menyebabkan core yang akan di angkat terjatuh kembali.


Baca juga:

 Cara deskripsi core hasil pemboran

Contoh deskripsi cutting pada pemboran batubara



Fungsi pengukuran core recovery sebagai berikut:


1. Untuk mengetahui core lose

2. Untuk mengetahui jenis batuan yang core lose

3. Sebagai acuan untuk menentukan coal recovery

4. Sebagai acuan untuk menentukan rqd

5. Untuk pengukuran geotech

6. Untuk menentukan mekanikal state



Nah itulah pengertian dari core recovery, maksud dan tujuannya, sekaligus penyebab core lose. Semoga banyak membantu bagi adik-adik yang ingin bekerja sebagai wellsite geologist.